Sedekah Bantu Bah Omar Penjual Buah
terkumpul dari target Rp 30.000.000
“Sedih kalau liat si abah harus jalan kaki sama jualan jauh, tapi da gimana lagi” lirih Mak Oom.
Begini lah kisah Abah Omar (78) dan Mak Oom (73), sepasang lanjut usia yang saling menguatkan satu sama lain di sebuah gubuk bambu yang sudah tua.
Meski usia mereka sudah tua dan tubuh mereka sudah renta, Abah Omar dan Mak Oom tetap berikhtiar agar dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka. Abah Omar yang sudah menginjak 78 tahun sehari-harinya mencari nafkah dengan berjualan pisang keliling kampung bahkan sampai pusat kota.
“Ada lima kiloan mah jauhnya, da kan disini mah kampung kecil jadi jualinnya suka jauh” ucap bah Omar.
Berjualan pisang menyusuri perkampungan dengan jarak yang jauh tanpa menggunakan alas kaki setiap hari. Dengan tubuhnya yang sudah renta abah Omar harus melalui medan yang cukup terjal untuk dapat berjualan ke pusat kota sejak pagi hingga sore hari.
Dengan penghasilan yang pas-pasan, Abah Omar hanya mampu memperoleh penghasilan sebesar 20.000-30.000 rupiah apabila pisangnya terjual habis. Abah Omar dan Mak Oom berusaha bersyukur selama mereka masih bisa mengisi perut kosong mereka dengan makan lauk pauk seadanya.
Tinggal berdua di sebuah rumah bambu yang sudah tua, rumah yang mereka tinggali pun tidak dalam kondisi baik, atap bocor selalu menjadi kekhawatiran karena air hujan akan masuk ke dalam rumah mereka melalui celah-celah bilik/ genteng yang bolong. Bah Omar dan Mak Oom terkadang merasa sedih karena di usianya yang sudah ringkih mereka belum bisa menikmati hari tua mereka dan masih harus bekerja keras.
Bahkan sebelum dan sesudah berjualan pisang bah Omar masih harus berjalan kaki jauh ke sumber air untuk mengambil air bersih yang akan digunakan untuk sehari-hari. Apalagi jika musim kemarau tiba, Abah Omar harus berjalan kaki selama setengah jam melewati jalan setapak yang naik turun dengan membawa beban air yang berat di punggungnya.
Sahabat berdampak, dengan melihat keadaan Abah Omar dan Mak Oom yang memprihatinkan, Ayo Kita Peduli bermaksud untuk membantu keluarga Abah Omar agar dapat hidup lebih sejahtera. Mari kita bantu sebarkan campaign ini dan berdonasi. Bantuan donasi yang diberikan akan disalurkan untuk biaya paket sembako, santunan tunai untuk Abah Omar serta kebutuhan lainnya. Bantuan kita sangat berarti untuk mereka. Kalian dapat berdonasi dengan cara :
- Klik “Donasi Sekarang;
- Masukan nominal donasinya;
- Pilih metode pembayaran;
- Dapatkan laporan via email.
Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan page fundraiser dan bagian dari program berjudul “Semua Berhak Nyaman Chapter III”
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.
Sedekah Bantu Bah Omar Penjual Buah
terkumpul dari target Rp 30.000.000