
Pilu Bawa Jualan Puluhan Kilogram Tapi Tak Laku
terkumpul dari target Rp 30.000.000
Berjuang untuk bertahan hidup dengan kondisi tubuh yang ringkih tak membuat Abah Endang berhenti untuk mencari nafkah. Dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki, Abah Endang berjualan jepitan rambut keliling dengan berjalan kaki sejauh berkilo-kilo meter.Inilah kisah Abah Endang, seorang lansia berusia 79 tahun yang tanpa letih mencari nafkah untuk keluarganya. Sejak pagi buta ia bersiap-siap berjualan membawa beban mencapai 20 kg di bahunya.
Peluh keringat menetes dari dahinya, tak terbayang bagaimana lelah yang harus dirasakan Abah Endang setiap harinya.Di usianya yang sudah hampir kepala delapan, tubuh Abah Endang sangat rentan merasa kelelahan. Abah Endang bahkan harus merasakan terjatuh di pinggir jalan keltika berjualan, apalagi beliau harus memikul beban berat hingga puluhan kilo gram dengan bahunya yang sudah melemah.
Setiap langkah yang ia lalui menjadi beban yang berat bagi abah. Tapi ia tak menyerah, meski ia seringkali harus kehabisan napas dan harus banyak berhenti di tengah jalan ketika berjualan.Mirisnya, penghasilan Abah Endang dari berjualan jepit rambut dalam sehari hanya sekitar 5 ribu - 25 ribu saja. Itupun jika dagangannya laku terjual. Tak jarang Abah Endang harus pulang dengan tangan kosong karena dagangannya tak ada yang terjual.
Meski tubuhnya sudah ringkih, setelah lelah pulang berjualan abah turut membantu istrinya yang berjualan lotek di rumah. Demi menghidupi keluarga kecilnya ia rela bekerja mencari nafkah di usianya yang sudah lanjut, terutama untuk cucu-cucu nya yang yatim.Di hari tuanya, Abah Endang punya mimpi untuk miliki warung kecil di rumahnya agar bisa tetap produktif menafkahi istri dan cucunya. Tetapi dengan penghasilan minim dan tubuh ringkih yang dimilikinya saat ini abah Endang khawatir akan masa depan kedua cucunya yang masih panjang.Sobat Berdampak, yuk bantu perjuangan Abah Endang dengan berdonasi.
Kalian dapat berdonasi dengan cara :1. Klik “Donasi Sekarang;
2. Masukan nominal donasinya;
3. Pilih metode pembayaran;
4. Dapatkan laporan via email.
Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com*
Page ini merupakanbagian dari program dan campaign utama yang berjudul Semua Berhak Nyaman.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.
Pilu Bawa Jualan Puluhan Kilogram Tapi Tak Laku
terkumpul dari target Rp 30.000.000