
Wujudkan Harapan Abah Pardi Penjual Mainan
terkumpul dari target Rp 70.000.000
Tak ada kata menyerah atau putus asa. Meskipun tubuhnya telah renta, kakinya terasa sakit dan wajahnya penuh keringat. Lansia ini tak berhenti melangkah mencari pundi-pundi rupiah demi sesuap nasi.
Abah Pardi namanya, seorang lanjut usia yang masih penuh semangat berjualan mainan di usianya yang sudah menginjak 75 tahun. Hidup sendirian di Kota Bandung, Abah Pardi merantau jauh ke kota untuk mengadu nasib demi menghidupi istrinya di kampung. Sejak matahari terbit hingga matahari terbenam Abah Pardi berkeliling Kota Bandung menawarkan mainannya kepada anak-anak yang melintas.
Mainan yang dijual oleh abah Pardi dijual dengan harga yang terjangkau, mulai dari harga 5.000 hingga 25.000 rupiah tergantung jenis mainannya. Meski dijual dengan harga yang terjangkau, tidak banyak anak kecil yang masih berminat dengan mainan jadul yang dijual oleh Abah Pardi. Seringkali mainan abah tidak laku sehingga abah tidak mampu untuk membeli beras dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
Apalagi keuntungan yang diperoleh abah Pardi dari berjualan mainan sangat minim, sekitar dua ribu rupiah saja dari tiap mainannya. Dengan penghasilan yang tidak menentu abah Pardi bisa tidak bisa makan karena tidak memiliki pembeli. Namun meski begitu abah Pardi tetap bersabar karena mengingat istrinya yang menunggu di kampung halamannya. Dengan senyum yang ia tebar abah Pardi terus berikhtiar menjajakan mainannya di pinggir jalan.
“Rezeki mah udah ada yang atur..”
Terkadang bahkan abah Pardi berbagi mainan yang ia jual kepada anak-anak tidak mampu yang ada di jalan. Begitu baik hati Abah Pardi yang masih mau saling berbagi meskipun penghasilannya sendiri tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya.
Dengan uang pas-pasan ia harus menanggung biaya kebutuhan dirinya dan kebutuhan istrinya. Belum lagi harus membayar biaya kontrakan sebesar 400.000 setiap bulannya.
Di usianya yang sudah lanjut seringkali abah Pardi kelelahan sehingga membuat abah Supardi sering beristirahat ketika berjualan. Berjalan kaki menjual mainannya hingga berkilo-kilo meter harus abah lakukan karena saat ini abah Pardi tak sanggup membayar kontrakannya yang sudah menunggak selama beberapa bulan. Abah juga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan penghasilan yang sekarang ia peroleh.
Di hari tuanya abah Pardi berharap dapat pulang kampung dan hidup bersama sang istri. Namun apa daya, tanpa ada pendapatan yang pasti atau pun modal usaha abah Supardi terpaksa harus terus berjualan keliling dan jauh dari keluarganya.
Sahabat berdampak, dengan melihat keadaan Bah Pardi yang memprihatinkan, Ayo Kita Peduli bermaksud untuk membantu Bah Pardi agar dapat hidup lebih sejahtera. Mari kita bantu sebarkan campaign ini dan berdonasi. Bantuan donasi yang diberikan akan disalurkan untuk biaya paket sembako, santunan tunai untuk Bah Pardi serta kebutuhan lainnya. Kalian dapat berdonasi dengan cara :
- Klik “Donasi Sekarang;
- Masukan nominal donasinya;
- Pilih metode pembayaran;
- Dapatkan laporan via email.
Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan bagian dari program Semua Berhak Nyaman.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.

Wujudkan Harapan Abah Pardi Penjual Mainan
terkumpul dari target Rp 70.000.000