
Ditabrak hingga pincang Lansia Tak Laku Jual Mainan
terkumpul dari target Rp 60.000.000
Tahan sakit di kakinya setiap hari, Abah Sukron rela berjualan mainan dengan kaki pincang demi bisa menyekolahkan anak dan membiayai kebutuhan keluarganya.
Dua belas tahun lalu, Abah Sukron mengalami tabrak lari oleh seorang pengendara motor tidak bertanggungjawab. Dagangan buahnya berserakan, tubuhnya penuh luka. Tak punya biaya untuk berobat, abah Sukron hanya bisa beristirahat di rumah dengan kondisi yang menyedihkan.
Akibat kecelakaan tersebut abah Sukron tidak memiliki penghasilan sepeser pun karena harus beristirahat. Terpaksa lah abah Sukron harus meminjam uang hingga berjuta-juta untuk kebutuhan sehari-harinya selama kondisi tubuhnya masih drop. Ia tak bisa bekerja untuk beberapa waktu yang lama karena kesulitan menyeimbangkan tubuhnya, bahkan abah Sukron pernah merangkak dari satu ruangan ke ruangan lainnya karena tidak sanggup menahan sakit di kakinya.
Kini dengan modal seadanya Abah Sukron mencoba mengadu nasib sendirian ke Kota Bandung untuk berjualan mainan walaupun harus berjalan menggunakan tongkat. Bukan tanpa alasan abah Sukron masih berjualan mainan di usianya yang tua dengan kondisi tubuhnya yang pincang. Siapa yg akan membiayai sekolah anaknya dan kebutuhan keluarganya?
Penghasilan abah Sukron selama berjualan mainan sayangnya tidak dapat memenuhi kebutuhan keluarganya. Dari tiap mainan yang dijual, abah Sukron hanya mendapatkan untung sebesar dua ribu rupiah yang pasti habis digunakan untuk makan sehari-hari. Belum terkadang ada orang-orang yang meminta mainan abah Sukron secara gratis dan terpaksa abah Sukron beri karena ia mungkin menolak. Penghasilannya tidak cukup untuk menafkahi keluarganya di Cirebon.
Tinggal di sebuah ruangan kosong tanpa beralaskan karpet atau kasur, abah Sukron hanya bisa beristirahat di atas kardus setelah lelah berkeliling menjual mainannya. Tubuhnya yang sudah mulai menua harus tidur di atas kardus bekas dan bantal bekas tanpa sebuah selimut yang menyertainya.
Meski kondisi perekonomiannya terbatas, di masa sulitnya abah Sukron selalu bersyukur dengan semua yang ia miliki saat ini. Dengan do’a dan dzikir yang sering ia ucapkan di sepertiga malam, Abah Sukron berharap dapat terus membahagiakan keluarganya.
Berjualan mainan keliling tidak dapat dilakukan selamanya oleh Abah Sukron. Memasuki usianya yang sudah lebih dari 65 tahun, ia khawatir karena keluarganya tidak bisa bergantung hanya dari pendapatan abah berjualan mainan. Apalagi seiring bertumbuhnya jaman mainan yang dijual abah Sukron semakin jarang ada peminatnya
Hai sahabat berdampak, mari sebarkan campaign ini dan berdonasi untuk membantu Abah Sukron. Bantuan donasi akan disalurkan untuk paket pangan, modal usaha serta bantuan lainnya. Kalian dapat berdonasi dengan cara :
- Klik “Donasi Sekarang;
- Masukan nominal donasinya;
- Pilih metode pembayaran;
- Dapatkan laporan via email.
Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdayar. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan page Fundraiser dan merupakan bagian dari program dan campaign utama berjudul "Semua Berhak Nyaman - Chapter II"
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.
Ditabrak hingga pincang Lansia Tak Laku Jual Mainan
terkumpul dari target Rp 60.000.000