
Menebar Kebaikan untuk Abah Wahyudin
terkumpul dari target Rp 30.000.000
Di bawah terik matahari, Abah Wahyudin jalan berpuluh-puluh kilometer tanpa alas kaki sambil memikul sapu dagangannya yang berat dengan tubuhnya yang ringkih. Di usianya yang sudah 60 tahun, ia tetap berjuang mencari nafkah demi menyambung hidup.
Sudah hampir sepuluh tahun Abah Wahyudin menjadi penjual sapu keliling di Kota Bandung. Sapu itu beliau jual seharga 20-30 ribu, itu pun harganya masih bisa kurang jika ada yang menawar. Pendapatan beliau terbilang minim, dari penjualan sapu tersebut paling sedikit hanya laku 1 sapu, dan paling banyak 3-4 sapu, bahkan sering tidak laku sama sekali.
Tak jarang Abah Wahyudin baru bisa makan apabila dagangannya sudah ada yang terjual. Namun, menahan rasa lapar hingga lambungnya terasa perih juga seringkali beliau rasakan ketika dagangannya tak ada yang laku terjual satu pun.
Berkeliling menawarkan dagangannya, Abah Wahyudin tidak pernah menggunakan alas kaki. Selain karena tidak ada uang untuk membeli sandal, beliau juga niatkan hal ini jadi ibadah karena menurutnya itu sunnah. Namun karena beliau selama jualan tidak pernah pakai alas kaki, kakinya beberapa kali terkena benda tajam sampai berdarah.
Abah Wahyudi tinggal bersama orang tua beserta adik-adiknya. Namun jika dagangannya tak laku, terpaksa ia harus tidur dimana saja karena ia merasa tidak enak dengan keluarganya di rumah. Terkadang tidur di pinggir jalan, emperan toko, ataupun masjid.
Kondisi kerasnya kehidupan jalanan pun tak luput dari cerita hidup Abah Wahyudin. Diburu Satpol PP, disangka gelandangan atau pengemis, diusir oleh orang sekitar, hal itu beberapa kali dialami oleh Abah Wahyudin ketika tidur di pinggir jalan.
Sebenarnya Abah Wahyudin dan adik-adiknya di rumah punya kegemaran memasak, beliau ingin punya usaha untuk menjual masakannya. Jika ia punya usaha untuk menjual masakannya, inginnya beliau sendiri yang akan mengelola, dari mulai beli bahan-bahannya sendiri hingga ke proses penjualan. Jadi beliau tidak harus menyetorkan hasil jualannya ke orang lain.
Sahabat berdampak, dengan melihat kondisi perekonomian Abah Wahyudin yang memprihatinkan, Ayo Kita Peduli bermaksud untuk membantu Abah Wahyudin untuk hidup lebih sejahtera. Mari kita bantu sebarkan campaign ini dan berdonasi. Bantuan donasi yang diberikan akan disalurkan untuk biaya paket sembako, santunan tunai untuk Abah Wahyudin. Bantuan kita sangat berarti untuk mereka. Kalian dapat berdonasi dengan cara :
- Klik “Donasi Sekarang;
- Masukan nominal donasinya;
- Pilih metode pembayaran;
- Dapatkan laporan via email.
Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan page fundraiser dan bagian dari program berjudul "Semua Berhak Nyaman - Chapter II"
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.
Menebar Kebaikan untuk Abah Wahyudin
terkumpul dari target Rp 30.000.000