
Bantu Lansia Sebatang Kara
terkumpul dari target Rp 50.000.000
Dengan kondisi yang renta beliau berjalan jauh demi makan sehari-hari walaupun tidak seberapa pendapatannya, inilah kisah hidup Emak Uum dan perjuangannya.
Berapa keuntungan Emak Uum berjualan anyaman tersebut? Emak Uum berjualan anyaman milik orang lain dengan seharga sepuluh ribu rupiah dan hanya mendapatkan keuntungan seribu rupiah saja.
Di usia Emak Uum yang telah lebih dari 80 tahun kini kondisinya fisiknya tidak sekuat dulu, ia tidak bisa berjalan jauh jauh karena sering sekali merasa sakit di bagian punggung dan kakinya. Kini Emak Uum hanya berjualan di daerah Cikukulu yaitu kampungnya dan membuat pendapatan Emak Uum semakin berkurang.
Emak Uum tinggal sebatang kara selama 20 tahun semenjak suaminya meninggal dunia. Seringkali Emak Uum merasakan mati listrik di rumahnya karena beliau tidak bisa membeli token listrik, selagi listriknya mati Emak Uum hanya bisa berdiam dan dzikir.
Emak Uum seringkali merasa sedih selama berdzikir dan berikhtiar, meskipun begitu Emak Uum tidak menyerah karena beliau tidak mau merepotkan orang-orang disekitarnya dan lebih memilih berdiri di kakinya sendiri dengan semua ujian dan cobaan yang Emak Uum rasakan.
Teman-teman yang baik, yuk kita bantu berbagi kebahagiaan dan berikan dukungan untuk Emak Uum, dengan cara :
- Klik Tombol “DONASI SEKARANG”;
- Masukkan nominal donasinya;
- Pilih bank (GO-PAY/BNI/BNI Syari’ah/Mandiri/BCA/BRI/Kartu Kredit);
- Dapatkan laporan via e-mail;
*Sebagai informasi, untuk membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama
Bantu Lansia Sebatang Kara
terkumpul dari target Rp 50.000.000