
Jarang Laku Pedagang Kerupuk Tunanetra Ditipu Pembeli
terkumpul dari target Rp 50.000.000
“Waktu itu sampai jatuh ke parit terus dagangan saya banyak yang hilang, tongkat saya juga patah karena nahan mobil yang maju” ucap pak Iwan.
Begitu banyak pengalaman buruk yang dialami oleh Pak Iwan semenjak ia kehilangan penglihatannya. Alami kecelakaan kerja sejak beberapa tahun lalu, hidup Pak Iwan terpaksa berubah total dengan kondisi yang memprihatinkan. Kehilangan pekerjaan serta harus mengeluarkan banyak biaya untuk pengobatan pasca kecelakaannya, Pak Iwan sempat hampir menyerah dengan kondisi hidupnya.
Butuh waktu cukup lama untuk Pak Iwan kembali bangkit. Kini dengan keterbatasan fisiknya, semangat Pak Iwan untuk menafkahi keluarganya tak perna luntur. Setiap harinya Pak Iwan berkeliling kota Bandung menggunakan tongkat seadanya untuk menjajakan kerupuk kepada warga sekitar. Sayangnya meski telah bekerja keras hingga sore hari, penghasilan dari berjualan kerupuk sering tidak menentu dan lebih sering sepi pembeli. Dalam sehari Pak Iwan hanya mampu memperoleh penghasilan sebesar 30.000 dengan hanya menjual beberapa bungkus kerupuk saja.
Tak banyak pula keuntungan yang mampu Pak Iwan peroleh dari berjualan kerupuk, ia hanya memperoleh keuntungan sebesar 5000 dari tiap bungkus kerupuk yang terjual. Hidupnya yang serba pas-pasan harus dialami karena di Bandung beliau masih harus membayar kontrakan tempatnya tinggalnya.
Merantau jauh dari keluarganya di Singaparna, Pak Iwan memiliki tanggungan istri dan 3 orang anaknya yang juga perlu dipenuhi. Begitu banyak kebutuhan yang perlu dikeluarkan oleh Pak Iwan agar bisa membiayai keluarga tercintanya. Belum termasuk pinjaman biaya pengobatan berjuta-juta yang sebelumnya harus dikeluarkan beliau untuk pengobatan matanya pasca kecelakaan yang ia alami sebelumnya.
Tak banyak kesempatan bagi Pak Iwan untuk dapat pulang kampung menemui keluarganya, apalagi penghasilan yang minim menghalangi Pak Iwan untuk dapat pulang kampung membiayai pendidikan dan kebutuhan anak-anaknya. Fisiknya yang terbatas juga seringkali menjadi tantangan bagi Pak Iwan setiap berjualan. Tak jarang dengan kondisi tunanetra yang dimilikinya membuat Pak Iwan diremehkan oleh orang sekitarnya. Pengalaman ditipu oleh pembeli pun tak luput dirasakan oleh Pak Iwan selama berjualan.
Sahabat berdampak, dengan melihat keadaan Pak Iwan yang memprihatinkan, Ayo Kita Peduli bermaksud untuk membantu Pak Iwan agar dapat hidup lebih sejahtera. Mari kita bantu sebarkan campaign ini dan berdonasi. Bantuan donasi yang diberikan akan disalurkan untuk biaya paket sembako, santunan tunai untuk Pak Iwan serta kebutuhan lainnya. Kalian dapat berdonasi dengan cara :
- Klik “Donasi Sekarang;
- Masukan nominal donasinya;
- Pilih metode pembayaran;
- Dapatkan laporan via email.
Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan bagian dari program Semua Berhak Nyaman.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.
Jarang Laku Pedagang Kerupuk Tunanetra Ditipu Pembeli
terkumpul dari target Rp 50.000.000