
Perut Membesar Ridwan Semakin kesakitan
terkumpul dari target Rp 30.000.000
Hanya bisa terbaring lemah, perut Ridwan kian hari kian membesar lantaran sakit komplikasi yang diderita tak kunjung membaik. Bermula dari demam tinggi dan terdapat benjolan pada perutnya, Bu Susanti mulai merasakan hal aneh pada kondisi perut Ridwan.
Selang beberapa bulan setelahnya, perut Ridwan terasa sakit dan kian membesar. Terpaksa Ridwan harus berhenti sekolah untuk istirahat, dan kini Ridwan hanya terbaring dengan rasa sakit.
Di balik perjuangan melawan rasa sakit, ada seorang ayah yang berjuang mencari nafkah menjadi tukang sampah, sedangkan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga. Setiap hari mereka hanya mengandalkan penghasilan dari mengangkut sampah, tak jarang Pak Mahi juga menerima pekerjaan sampingan seperti memotong rumput maupun bekerja untuk tetangganya.
Terkadang mereka harus berhutang ke warung untuk kelangsungan hidup karena penghasilan yang tak seberapa. Terlebih saat ini, kondisi Ridwan yang butuh perawatan khusus dan tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit.
Hidup tak berkecukupan, ayah dan ibu Ridwan selalu mengusahakan agar tiap harinya Ridwan bisa makan, meski hanya dengan sebungkus mie instan.
Ridwan saat ini hanya terbaring lemah tak berdaya merasakan sakit pada perutnya, untuk buang air saja harus digendong oleh ayahnya. Biaya yang dibutuhkan juga tak sedikit untuk penanganan medis. Meskipun memiliki BPJS, namun beberapa tindakan medis yang dubutuhkan tidak dicover oleh BPJS.
Pak Mahi dan Bu Susanti hanya berharap sang buah hatinya segera mendapat penanganan untuk kesembuhannya. Namun apalah daya, untuk biaya sehari-hari pun masih jauh dari kata cukup.
Bantuan donasi akan disalurkan untuk bantuan pengobatan, paket pangan, kebutuhan lainnya. Kalian dapat berdonasi dengan cara :
- Klik “Donasi Sekarang;
- Masukan nominal donasinya;
- Pilih metode pembayaran;
- Dapatkan laporan via email.
Perut Membesar Ridwan Semakin kesakitan
terkumpul dari target Rp 30.000.000