
LANGKAH TERTATIH NENEK PEMULUNG DEMI Rp5000
terkumpul dari target Rp 60.000.000
“Nak, Nenek lapar Cuma punya uang Rp. 2000 saja, dapat nasi tidak nak, untuk saya makan ??”.
Sungguh pilu perjuangan nenek sutirah (75) demi bertahan hidup dan bisa makan. Sejak suaminya meninggal 11 tahun lalu, nenek tak punya siapa – siapa lagi yang merawatnya. Ia sebatang kara dan diusia 75 Tahun masih bekerja sebagai pemulung.
Berjalan tertatih – tatih, dengan kakinya yang sudah sering sakit – sakitan karena penyakit asam urat dan kolestrol. Tubuhnya sampai gemetar karena terlalu berjalan untuk kumpulkan kardus botol minuman atau barang – barang bekas sejenisnya.
Jerih payah nenek tak selalu berbuah manis. Sering ia harus kumpulkan plastic bekas berhari – hari baru bisa dapat 5.000, selain untuk kebutuhan makan setiap hari sebagian nenek sisihkan untuk kebutuhan bayar kost – kosan mbah,
“nenek tidak bisa memulung tiap hari lagi, karena badan sudah sakit – sakitan. Ngga kuat jalan lama – lama, jadi nenek harus tahan lapar di hari itu”.
Mirisnya lagi, nenek hanya tinggal di kos – kosan yang sempit dan sudah harus membayarnya, sedangkan uangnya sudah habis untuk kebutuhan makan saja.
Sahabat, seharusnya beban seberat ini tak di pikul sendirian oleh nenek sutirah, maukah kamu patungan kehidupan nenek yang lebih layak ?.

LANGKAH TERTATIH NENEK PEMULUNG DEMI Rp5000
terkumpul dari target Rp 60.000.000