
Bantu Anak Penjual Kerupuk Bawa Ibunya Cuci Darah
terkumpul dari target Rp 60.000.000
Setiap kali bel sekolah berbunyi, anak-anak lain berlarian pulang untuk makan siang atau bermain dengan teman-temannya. Tapi tidak dengan Arya (12 tahun). Tanpa istirahat, ia langsung bergegas ke rumah, bukan untuk bermain, melainkan mengambil dagangannya, lalu pergi berjualan kerupuk kulit.
Di rumah, ibunya, Bu Suzan, hanya bisa terbaring lemah karna penyakit ginjal yang dideritanya. Beliau harus menjalani cuci darah dua kali seminggu, setiap Senin dan Kamis. Kondisi yang semakin memburuk membuatnya tak bisa bekerja. Dan ayah Arya? Sudah lama pergi meninggalkan mereka, menikah lagi, tanpa pernah bertanggung jawab.
“Gak papa Arya capek, yang penting Ibu bisa sembuh, Kak..” ujar Arya sambil tersenyum
Arya harus mencari uang untuk makan adik-adiknya, membayar biaya sekolah, hingga menebus obat ibunya yang tidak ditanggung BPJS. Satu bungkus kerupuk yang terjual mungkin kecil bagi kita, tapi bagi Arya, itu adalah harapan agar ibunya tetap bisa bertahan hidup.
Namun, akhir-akhir ini dagangan Arya makin sulit laku. Kadang hanya enam atau delapan bungkus yang terjual, padahal ibu butuh obat, adik-adik butuh makan.
“Arya suka sedih kalau dagangan gak habis, Kak. Soalnya ibu jadi gak bisa beli obat yang kata dokter harus terus diminum. Pernah ibu gak minum obat, terus sakitnya makin parah sampai harus dirawat lama di rumah sakit..”
Tak hanya soal dagangan, perjalanan Arya mengantar ibunya ke rumah sakit pun penuh perjuangan. Pernah suatu waktu, ia hanya punya Rp8.000 di kantong, padahal ongkos angkot untuk mereka berdua harusnya Rp15.000.
“Arya kasih aja semua uang yang ada sambil bilang, ‘Pak, maaf ya, Arya cuma punya segini buat berdua sama Ibu..’”
Untungnya, sang sopir angkot berbaik hati dan tetap mengantar mereka. Sambil menunggu ibunya cuci darah, Arya kembali berjualan di sekitar rumah sakit, berharap ada yang membeli agar bisa pulang.
Di saat anak seusianya masih asyik bermain, Arya harus menghadapi kenyataan hidup yang begitu berat. Ia tak punya pilihan selain terus berjuang.
Tapi, kita bisa menjadi harapan untuk Arya dan ibunya.
Bantuan yang kita berikan bisa Arya gunakan untuk, biaya pengobatan dan obat-obatan Bu Suzan, Kebutuhan sehari-hari Arya dan adik-adiknya, serta Biaya sekolah Arya agar ia tetap bisa belajar.

Bantu Anak Penjual Kerupuk Bawa Ibunya Cuci Darah
terkumpul dari target Rp 60.000.000