
Luka Bakar Sejak Bayi! Kini Berjuang Demi Keluarga
terkumpul dari target Rp 60.000.000
Setiap pagi buta, Pak Rudi (44) sudah mendorong gerobaknya, menyusuri jalanan kota, berharap ada yang membeli bandros dagangannya. Dari subuh hingga malam, ia terus berjalan, meskipun sering kali hanya lima orang yang membeli. Bahkan, di hari-hari paling sepi, tak ada satu pun yang datang, membuatnya harus membagikan bandros yang tersisa secara gratis, daripada harus membiarkannya terbuang sia-sia.
Sejak kecil, hidup tak pernah mudah bagi Pak Rudi. Saat masih bayi, ia mengalami luka bakar parah akibat tersiram minyak panas. Karena tak ada biaya untuk berobat, luka itu dibiarkan begitu saja, hingga kini menyisakan bekas permanen di kepala dan tangan kirinya. Namun, bukan luka itu yang paling menyakitkan, melainkan perjuangan hidup yang terus menguji kesabarannya.
Dengan penghasilan yang tak lebih dari Rp25.000 per hari, Pak Rudi harus menafkahi istri dan anaknya di kampung. Ia menyisihkan setiap rupiah untuk keluarga, sementara dirinya sendiri sering kali hanya makan sekali sehari, bertahan dengan air mineral sebagai bekal sepanjang hari. Setiap bulan, ia berjuang mengumpulkan uang untuk membayar kontrakan kecil yang dihuni bersama beberapa orang lain. "Asal ada tempat tidur dan tak kehujanan, sudah cukup," katanya.
Namun, cobaan tak berhenti di situ. Suatu hari, ia terkena hipnotis. Ada seseorang yang memesan 10 loyang bandros, tapi saat tersadar, bandros itu sudah hilang, begitu pula dengan uang Rp100.000 yang ia kumpulkan selama tiga hari. Tabungan terakhirnya lenyap begitu saja. Belum lagi saat ia diserempet mobil hingga seluruh adonan yang baru dibuat tumpah ke jalan, membuatnya pulang tanpa sepeser pun uang pada hari itu.
Di balik semua kesulitan, hanya satu hal yang membuat Pak Rudi terus bertahan: Anaknya. Setiap kali menelepon ke kampung, anaknya selalu bertanya, "Ayah, kapan pulang?" Pertanyaan itu membuatnya ingin menangis. Ia ingin pulang, ingin melihat anaknya tumbuh, ingin memastikan pendidikannya terjamin. Tapi apa daya, penghasilannya bahkan belum cukup untuk melunasi utang, apalagi menabung untuk masa depan anaknya.
Pak Rudi tak pernah meminta-minta, tapi hari ini, kita bisa membantunya. Kita bisa meringankan bebannya, agar ia tak lagi harus berjuang sendirian.
#TemanKebaikan, Mari bantu Pak Rudi mewujudkan mimpinya melihat anaknya sekolah dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Luka Bakar Sejak Bayi! Kini Berjuang Demi Keluarga
terkumpul dari target Rp 60.000.000