
Berbagi Rezeki untuk Adik Al
terkumpul dari target Rp 50.000.000
Tak pernah disangka oleh Bu Zahra bahwa penglihatan anaknya akan bermasalah. Menangis kesakitan, mata Al - Ghazali memerah di usianya yang baru menginjak 22 hari.
Panik dan takut, orangtua Al - Ghazali segera membawa nya berobat ke paraji terdekat. Namun tak ada hasil hingga akhirnya ibu Al membawa anaknya ke bidan dan dokter untuk diperiksa. Setelah dirujuk ke RS Cicendo untuk mengobati anaknya, ibu Zahra berpikir keras bagaimana cara membawa anaknya berobat karena perekonomiannya yang terbatas.
Barang-barang rumah hingga motor terpaksa dijual untuk membiayai pengobatan anaknya di Bandung. Kondisi Al tidak kunjung membaik, ia perlu melakukan rawat inap karena kondisi matanya yang mengharuskan untuk mendapat pengawasan dokter karena dikhawatirkan penyakit di matanya akan pecah. Al - Ghazali memiliki penyakit vitreous prolapse / infeksi kornea mata bocor dimana di matanya terlihat menggelembung tipis berwarna bening.
Diperlukan tindakan operasi untuk menyembuhkan mata Al, tapi karena tidak ada biaya, pengobatannya menjadi terhambat. Sang ibu yang awalnya tak memiliki BPJS harus mengeluarkan banyak biaya hingga berjuta-juta untuk biaya konsul dan obat yang dibutuhkan Al. Belum termasuk ongkos kendaraan dan biaya hidup di Bandung yang jauh dari tempat tinggalnya.
Semua itu Ibu Zahra lakukan sendiri di temani oleh sang nenek. Setelah anaknya sakit, sang ayah pergi meninggalkan keluarganya tanpa tanggung jawab untuk menafkahi istri dan anaknya.
Nenek dan ibunya Al berusaha sebisa mungkin bertahan untuk kesembuhan Al. Sehari-hari mereka mencari nafkah dengan berjualan roti keliling hingga larut malam. Bahkan hingga membawa Al karena tidak ada yang menjaga. Sayangnya penghasilannya sangat tidak menentu dan sulit untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Ibu Zahra hampir menyerah karena sudah kehabisan biaya untuk membawa anaknya pulang-pergi berobat ke Bandung.
Berbagai macam kondisi telah dialami oleh Al yang kini sudah berusia 3 tahun, ia bahkan pernah mengalami radang paru-paru yang menyebabkan pengobatan matanya harus ditunda terlebih dahulu. Setelah banyak biaya yang dikeluarkan, Al masih belum bisa memperoleh pengobatan matanya. Sulit menemukan pendonor mata karena jika pun ada maka biaya ongkos kirimnya akan sangat mahal dan mencapai puluhan juta karena harus dari luar negeri. Jika tak kunjung mendapat pendonor mata Al harus dicangkok sebelum penyakitnya semakin parah.
Hai sahabat berdampak, mari sebarkan campaign ini dan berdonasi untuk membantu Bu Zahra dan Adik Al-ghazali. Kalian dapat berdonasi dengan cara:
- Klik “Donasi Sekarang;
- Masukan nominal donasinya;
- Pilih metode pembayaran;
- Dapatkan laporan via email.
Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan page fundraiser dan bagian dari program berjudul “Aksi Baik Berkah Di Bulan Ramadhan”
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.
Berbagi Rezeki untuk Adik Al
terkumpul dari target Rp 50.000.000