
Berbagi Rezeki untuk Marbot Lansia
terkumpul dari target Rp 50.000.000
Ketika mendengar kata marbot pasti banyak orang yang langsung terbayang akan sesosok pria yang sehari-hari bertugas di masjid. Namun tidak hanya laki-laki karena di dekat kita terdapat satu sosok perempuan yang telah lama menjadi marbot dan mengurus masjid dekat rumahnya.
Sebut saja Mak Ecoh, lansia berusia 93 tahun ini sehari-hari bekerja sebagai marbot meski usianya telah renta. Mengurus masjid dan membersihkan masjid menjadi keinginan emak sendiri agar bisa terus mengenang mendiang suaminya yang sebelumnya telah menjadi marbot selama puluhan tahun.
Tinggal di sebuah rumah gubuk yang kondisinya sudah tua, Mak Ecoh berusaha bertahan meski setiap malam kondisi pencahayaan di rumahnya sangat kurang. Dinding dan atap rumahnya juga sudah mulai lapuk dimakasn usia. Tapi hanya di rumah inilah Mak ecoh bisa beristirahat menghabiskan hari tuanya.
Tak hidup sendirian, di gubuk kecilnya Mak Ecoh tinggal bersama seorang anak yang emak angkat sejak bayi. Dodi sebelumnya hendak dibuang oleh ibu kandungnya sendiri sejak masih bayi merah, namun mak ecoh yang berjiwa besar memutuskan untuk merawat Dodi dengan kasih sayang bak kepada anak sendiri.
Sayangnya Dodi tidak seperti orang dewasa pada umumnya, ia memiliki keterbatasan yang ia miliki sejak kecil. Di usianya yang sudah kepala tiga Dodi masih berperilaku seperti anak kecil sehingga masih banyak bergantung kepada emak ecoh dalam kehidupannya. Selama ini Dodi hanya mampu membantu emak ecoh mengerjakan pekerjaan sederhana yang dapat dilakukan oleh anak kecil seperti mengumpulkan kayu bakar dari kebun, pergi ke warung, dll.
Untuk makan sehari-hari Mak ecoh dan anaknya hanya mengandalkan penghasilan seadanya dari membersihkan masjid dan pekerjaan panggilan lainnya. Seringkali mak ecoh kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-harinya karena memiliki upah yang tidak menentu. Tak jarang Mak Ecoh dan Dodi hanya bisa makan seadanya dengan sedikit beras yang mampu ia beli.
Di usianya yang sudah ringkih emak ecoh berharap dapat memberi kenyamanan kepada kehidupan anaknya agar dapat lebih baik. Beliau khawatir akan meninggalkan Dodi sendiri dengan kondisi yang belum bisa mandiri dan serba kekurangan.
Hai sahabat berdampak, mari sebarkan campaign ini dan berdonasi untuk membantu Mak Ecoh. Bantuan donasi akan disalurkan untuk paket pangan, modal usaha serta bantuan lainnya. Kalian dapat berdonasi dengan cara :
- Klik “Donasi Sekarang;
- Masukan nominal donasinya;
- Pilih metode pembayaran;
- Dapatkan laporan via email.
Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan page Fundraiser dan merupakan bagian dari program dan campaign utama berjudul "Semua Makin Berkah"
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.
Berbagi Rezeki untuk Marbot Lansia
terkumpul dari target Rp 50.000.000