
Suami Kabur, Bu Wahyuni Hidupi 4 Anak Sendiri
terkumpul dari target Rp 50.000.000
Seorang ibu dengan menggendong anak kecil duduk diantara lalu lalang kendaraan yang sangat berisik. Menunduk terlihat kelelahan sedari tadi megusap peluh sambil mencoba menahan air mata yang sedari tadi ingin menetes.
Tak kuasa melihat anak nya tertidur lelap di gendongan nya karena kecapekan dan harus menemani nya jualan setiap hari. (Maafkan ibu nak ibu belum bisa memberikan yang terbaik) ucap bu Wahyuni.
Bu Wahyuni namanya, ibu dengan 4 anak ini harus kerja banting tulang jualan kerupuk demi bisa menghidupi dan menyekolah kan anak-anak nya. Bukan karena apa bu Wahyuni mengajak putra nya untuk jualan karena memang tidak ada yang bisa mengurus putra nya ketika ia jualan (dan tidak ada sosok laki-laki di keluarga ini).
Suami dari bu Wahyuni kabur tidak ada kabar meninggalkan mereka dan tidak menafkahi keluarga selama 3 tahun ini. Ia tinggal di rumah kontrakan yang kecil dan sempit, tidak hanya bu Wahyuni dan 4 anak nya namun juga ada ibu yang terbaring sakit karena sudah lanjut usia.
Hanya ada satu kasur dan 1 kamar mandi di rumah yang sederhana itu. Bayangkan saja betapa sempit nya untuk di tinggali satu keluarga.
Sedikit gambaran dari keluarga bu Wahyuni. Anak pertama, sudah putus sekolah karena ia kasihan kepada ibunya harus kerja sendiri, jika masih sekolah ia duduk di bangku kelas 3 SMP. Untuk anak ke dua, sudah tidak sekolah karena ia malu sering di bully sama teman nya, anak ke tiga masih sekolah duduk di bangku kelas 4 SD. Namun 3 bulan belakangan ini ia mengalami gejala susah BAB sampai saat ini dan anak yang terakhir masih berumur 1th, setiap hari menemani bu Wahyuni jualan.
Kasih ibu sepanjang masa, Begitu kira-kira kata yang pas menggambarkan sosok perjuangan bu Wahyuni penjual kerupuk demi keluarga nya.
Saya pernah ke tangkap satpol pp mas 2kali karena di bilang saya meng eksploitasi anak padahal saya tidak pernah menyuruh anak-anak untuk jualan mereka hanya menemani saya jualan, dulu sebelum ketangkap satpol pp anak-anak itu ikut semua mas kecuali yang sekolah, ucap bu Wahyuni.
Namun kini hanya anak yang terakhir yang di ajak jualan bu Wahyuni karena memang ngga ada lagi yang bisa mengurus di rumah. Sungguh kasihan anak yang terakhir tidak bisa mendapatkan asi yang cukup setiap harinya hanya minum air gula, karena uang hasil jualan tidak cukup untuk membeli susu hanya cukup untuk makan mereka saja.
“Dulu pernah minum asi saya mas namun malah muntah-muntah dan saya periksakan ke bidan katanya keracunan asi saya, mulai dari itu saya takut dan tidak memberi asi lagi untuk anak saya.” – lanjutnya.
Bahkan pernah saking capek nya, karena panas terik matahari bu Wahyuni terjatuh membuat dagangannya berserakan.
#OrangBaik tidak ada orang tua yang ingin melihat anak nya sengsara namun bagaimana lagi beginilah keadaan keluarga Bu Wahyuni yang tanpa ada sosok laki-laki di dalam nya.

Suami Kabur, Bu Wahyuni Hidupi 4 Anak Sendiri
terkumpul dari target Rp 50.000.000