
Wujudkan Kenyamanan untuk Abah Amir
terkumpul dari target Rp 50.000.000
Duduk di pinggiran trotoar setiap hari, Abah Amir setia menunggu panggilan dari orang yang membutuhkan jasanya selama 38 tahun lamanya.
Menjadi salah satu tukang gali dan ngarit di Bandung, tubuh abah Amir selalu beradu dengan tanah yang kotor dan cuaca yang tidak menentu sehingga berpengaruh dengan kesehatannya. Tubuhnya kini sudah membungkuk dimakan usia. Di usianya yang sudah menyentuh 83 tahun abah Amir masih masih mencari nafkah karena harus memenuhi kebutuhan keluarganya di kampung.
Selama bekerja menjadi tukang gali abah Amir mengalami infeksi kulit di tubuhnya. Muncul ruam kemerahan di bagian punggungnya yang menyebabkan abah Amir tak bisa tidur terlentang. Ia hanya bisa tidur dengan posisi miring karena rasa perih selalu hadir ketika luka di kulitnya bergesekan dengan alas tidurnya. Begitu pula ketika bekerja atau menggali lahan, keringat yang menetes dan menyentuh bagian luka di kulitnya akan memunculkan rasa perih dan juga tidak nyaman. Abah Amir hanya mampu mengoles obat murah pada punggungnya untuk meringankan rasa nyeri di punggungnya.
Penghasilan dari pekerjaannya di Bandung sebagai tukang gali dan ngarit tidak menentu. Apalagi abah Amir harus hidup sendirian di kota besar dan hanya bergantung pada satu pekerjaan yang upahnya tidak pasti. Abah Amir hanya memperoleh upah sebesar dua puluh ribu atau bayaran seikhlasnya dari tiap panggilan yang ia dapat. Tapi tidak banyak yang menggunakan jasa gali mengingat banyaknya saingan yang juga tubuh dan fisiknya lebih kuat dari abah Amir.
Tak jarang abah Amir harus menahan lapar jika tak mendapat panggilan seharian. Ia harus menghemat karena harus mengumpulkan biaya untuk membayar kontrakan juga biaya sekolah cucunya di Majalengka.
Panggilan yang ia peroleh biasanya akan abah Amir dapat setelah menunggu selama beberapa hari berkeliling. Oleh karena itu Abah Amir hanya bisa pulang dua bulan sekali setelah mengumpulkan uang dari hasil upah galinya. Ia juga harus menggunakan uang yang ia dapat dengan berhemat. Abah Amir saat ini masih memiliki pinjaman sebesar 600 ribu yang sebelumnya ia gunakan untuk kebutuhan keluarganya, nominal sebesar itu terhitung berat bagi Abah Amir untuk dapat mengumpulkan uang sebanyak itu.
Di usianya yang sudah lanjut abah Amir berharap dapat memiliki usaha sendiri di kampung halamannya yang dapat membantu perekonomian keluarganya. Tubuh Abah Amir saat ini sudah tidak bisa melakukan pekerjaan fisik yang berat seperti menggali lahan.
Hai sahabat berdampak, yuk sebarkan campaign ini dan berdonasi untuk membantu Abah Amir. Bantuan donasi akan disalurkan untuk paket pangan, modal usaha serta bantuan lainnya. Kalian dapat berdonasi dengan cara :
- Klik “Donasi Sekarang;
- Masukan nominal donasinya;
- Pilih metode pembayaran;
- Dapatkan laporan via email.
Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan page Fundraiser dan merupakan bagian dari program dan campaign utama berjudul "Semua Berhak Nyaman"
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.
Wujudkan Kenyamanan untuk Abah Amir
terkumpul dari target Rp 50.000.000